Rabu, 23 Maret 2016

Sandal Hilang
Pada suatu hari ada anak yang bersekolah di smp 67 jakarta selatan dan pada saat itu dia sedang kehilangan sandalnya, dia bernama si fulan. Dia akhirnya memutuskan untuk mencari sandalnya yang hilang tersebut. Pada saat dia melewati tangga, dia melihat terdapat banyak sandal yang berada di atas tangga tersebut.

Akhirnya dia mengambil salah satu sandal yang ada di atas tangga tersebut. Ketika dia hendak memakai sandal tersebut, pemilik sandal tersebut melihat aksi si Fulan tersebut dan si Fulan pun ditegur‘’ wahai Fulan, sesunggunya sandal yang kau pakai itu adalah sandalku, maka kembalikanlah sandal tersebut kepadaku ‘’ kata si pemilik dengan sabar

Dan si Fulan pun menjawab’’ baiklah akan ku kembalikan sandal ini padamu, maaf aku tidak tahu kalau itu sandalmu, aku sedang kehilangan sandal dan aku sedang mencarinya, hingga akhirnya aku melihat sandalmu dan tanganku merespon untuk mengambil nya ‘’.

Akhirnya si Fulan mengembalikan sandal itu kepada pemiliknya dan dia pun akhirnya mencari sandalnya kembali

Haneman 

Minggu, 20 Maret 2016

Sekolah Bagus Pemimpin Cerdik
            Di sebuah sekolah, terdapat sebuah perkumpulan para siswa dengan nama PMR (Palang Merah Remaja). Suatu ketika mereka melakukan penggalangan dana yang diketuai oleh Sentot. Dia dipilih sebagai ketua PMR atas dasar usulan para guru saja, sedangkan para siswa tidak diberi kesempatan dalam pemilihan ketua PMR.
         Penggalangan dana PMR pun dimulai, penggalang dana dilakukan terhadap warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah. setelah tiga bulan, dana telah terkumpul begitu banyak. Bu Rina sebagai pembina PMR berbicara kepada ketua ''Berapa dana yang sudah terkumpul untuk membantu korban banjir di DKI Jakarta'', katanya. Ketua membalas sambil berkeringan dingin '' dana yang sudah terkumpul e.....ee....eee.... Rp.5.000.000''. ''Loh, kemarin data yang sudah saya terima dari bendahara Rp.10.000.000, terus uang Rp.5.000.000 di mana?'' lanjut Bu Rina dengan kaget. '' Uangnya ee...ee..e.'' jawab Sentot. ''Di mana uangnya?'', tanya Bu Rina sambil memukul meja. Namun Sentot masih menjawab dengan penuh kebohongan. Dia bilang bahwa uangnya digunakan untuk membeli obat-obatan sebagai keperluan UKS. Bu Rina pun percaya karena beliau mengetahu adanya stok obat di UKS yang bertambah. Namun beliau belum mengetahui secara pasti dari mana obat-obatan tersebut. 
          Suatu ketika bendahara sekolah berbicara kepada Bu Rina bahwa obat-obatan di UKS berasal dari anggaran satu bulan lalu. Bu Rina kaget dan beliau langsung memanggil Sentot untuk mengungkapkan semua kebohongannya. ''Sentot, kamu telah berani membohongi saya ya!'', ujar Bu Rina dengan kesal. ''Bohong apa Bu?'', jawab sentot. Bu Rina menjelaskan ''Kamu telah membohongi saya tentang pemasukan dana PMR'', kata Bu Rina. Dengan tersenyum dan menggaruk-garuk kepala ''Uangnya dibuat jajan dan membeli HP oleh saya'', jawab Sentot. Dari kejadian itu, tidak ada hukuman tegas yang diberikan kepada Sentot karena Bu Rina mengetahui bahwa Sentot anak orang kaya.
       Penggalangan dana pun dilakukan kembali dengan Bu Rina sebagai pembawa uang hasil penggalangan dana PMR

ANEKDOT

Ingin Sekolah Tidak Ingin Tertib

    Di suatu pagi yang begitu indah,si salman dan si budi pergi sekolah. Mereka pamitan dan sealigus meminta uang saku kepada orang tua mereka.
    Diperjalanan mereka niatnya ingin sekolah, e .. ternyata tiba-tiba dari setengah perjalanan mereka pergi menyeleweng ke rental PS. Mereka berdua menyempatkan main PS 1 jam dan merek tidak takut sama sekali akan terlambat  ke sekolah .
    Sampai di sekolah, mereka teryata terlambat sehingga merekah mendapatkan hukuman dari guru mereka, seketika itu juga ibu mereka datang ke sekolah. Mereka ditanya oleh ibu mereka ''Kenapa kalian berdua berdiri disini,di depan kamar mandi'',,''Lagi piket membersihkan kamar mandi buu...''jawab mereka. Percayalah ibu mereka dengan alasan yang diungkapkan oleh kedua anaknya.
   Setelah hukuman selesai mereka masuk ke kelas dan ternyata merekapun tertidur di kelas. Akhirnya mereka ketinggalan pelajaran dan tidak masuk dalam pikiran mereka.
   Seketikah sepulang sekolah, merekah pulang dalam kondisi baju yang tidak dimasukkan ke dalam celana, taspun tidak ditaruh dipundak, dan terakhir mereka pergi ke rental PS lagi. Disana merekah bertemu dengan guru mereka, ditanyalah mereka ''Apakah kamu kalian berdua tidak pulang ke rumah terlebih dahulu?''tanya bu guru. ''Sudah kebiasaan kami bu begini''jawab mereka. ''kamu ini meniru siapa sihh, kok kelakuan kalian berdua aneh sekali''ujar bu guru. ''maaf bu saya meniru PNS kita yang di indonesia saat ini'' jawab mereka..





by : Wahyudi

Rabu, 16 Maret 2016

Sulitnya rakyat kalangan bawah akan kesehatan dirinya

Sulitnya Menggunakan Kartu BPJS
  
            Suatu hari ada sebuah keluarga yang tinggal di daerah pinggiran sungai. Keluarga itu adalah keluarga pak Tomo. Keluarga itu sangat bahagia walaupun dengan keadaan yang sederhana. suatu ketika terjadi bencana yang menimpa keluarga pak Tomo. anaknya mengalami kecelakaan tabrak lari.
            Akhirnya anak itu dibawah ke rumah sakit terdekat. ketika dibawah ke rumah sakit, mendapatkan perawatan yang intensif, karena sedang kritis. ketika mengantarkan anak itu ke ruang ICU, suster berkata sesuatu pada pak tomo."maaf pak, bapak harus registerasi terlebih dahulu untuk mendapatkan perawataan intensif pada anak bapak". "baiklah sus saya akan registerasi terlebih dahulu, tetapi tolong selamatkan nyawa anak saya terlebih dahulu, sus"sahut pak Tomo dengan gelisah. "baiklah pak saya dan dokter akan melakukan sebisa mungkin, tetapi tolong registerasi terlebih dahulu".sahut suster.
             Akhirnya pak Tomo melakukan registerasi di ruangan registerasi tersebut. sesmpainya disana, pak Tomo kaget tentang biaya yang harus dilunasi. "apa sus, biaya registerasinya sebesar ini"cakap pak Tomo dengan perasaan kaget. "Ia pak, bapak harus membayar registerasi terlebih dahulu karena, sudah menjadi prosedur dari pihak rumah sakit"jawab suster. "Apakah tidak bisa kurang biaya registerasi ini?"tanya pak Tomo. "Tidak bisa pak ini sudah ketentuan dari pihak rumah sakit,saya hanya menjalankan tugas". Pak tomo akhirnya kebingungan dengan biaya tersebut. Akhirnya pak Tomo memberikan kartu BPJS kepada suster tersebut. namun suster menolak. "maaf pak kami tidak melayani kartu BPJS bapak"sahut suster. "Apa mbak, katu BPJS tidak berlaku di umah sakit ini, padahalkan inikan rumah sakit daerah, dan ini pun kartu dari pemerintah"jawab pak Tomo. "Sekali lagi maaf pak, pihak rumah sakit telah memberikan pengarahan kepada karyawan, terutama karyawan bagian registerasi, yang tidak akan menerima kartu BPJS pemerintah, dikarenakan banyaknya pasien dari pemilik kartu BPJS ini dan stok obat kami tidak mencukupi untuk pasien yang begitu banyak"jawab suster. "pelayanan apa ini sus,kenapa kartu BPJS tidak berlaku di rumah sakit ini,padahal ini usaha yang dilakukan pemerintah terhadap kesehatan masyarakat kalagan bawah"ujar pak Tomo degan sedih dan penuh kesal. "maafkan pak, kami tidak bisa menerima kartu ini dan bapak harus segera membayar registerasi ini terlebih dahulu atau anak bapak tidak mendapatkan perwatan lebih lanjut"jawab suster.
            Akhirnya pak Tomo mencari pinjaman kepada sanak saudara untuk membayar registerasi tersebut. Setelah memimjam uang dari saudaranya, pak Tomo bergegas melakukan registerasi agar nyawa anaknya dapat terselamatkan.Setelah sekian minggu anaknya dirawat di rumah sakit itu,anaknya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Setelah kejadian yang menimpah keluaraga  pak Tomo. Pak Tomo tidak lagi menggunakan kartu BPJS itu lagi dalam hal pengobatan. Akhirnya pak Tomo hidup bahagia dengan keluarganya yang sehat sampai akhir hayat. 


Teks-anekdot_BI_kelakuan para pemimpin negara

KELAKUAN PARA PEMIMPIN NEGARA


         Pada pagi hari yang cerah, anak yang bernama Abdillah pun bergegas untuk menuju universitas yang berada di salah satu pulau Jawa, karena akan mengikuti rapat organisasi di universitas tersebut.

         sesampainya di kampus, dia bersegera menuju ruangan yang akan yang akan dilaksanakannya rapat organisasi tersebut. Abdillah pun mengikuti rapat tersebut.
         Pada saat rapat tersebut berlangsung, Abdillah pun tidak mengetahui dan mengerti maksud dari rapat tersebut, tiba suatu kejadian yang sibuk di tempat duduk Abdillah 
         "Abdillah, apa yang sedang kamu lakukan!"Tanya rektor universitas tersebut dengan tegas.
         lalu dengan kata terbata-bata, Abdillah menjawab''se..se,sedang memainkan gadget, pak''.
         mahasiswa lain tentu tercengang melihat si Abdillah dengan jawaban dan wajah yang sedikit aneh, sedangkan para pimpinan universitas dan rektor universitas tersebut hanya bergeleng kepala melihat kelakuan siAbdillah, seraya bertanya''mengapa kamu melakukan hal yang harusnya tidak dilakukan itu ?". Si Abdillah pun menjawab dengann tegas "saya hanya mencontoh kelakuan pada pemimpin yang sibuk memainkan  gadgetnya dengan tenang pada saat rapat ,pak". ujar abdillah .
           Para pimpinan dan rektor universitas pun terbengung dan merenung atas  jawaban yang disampaikan  si Abdillan tersebut.