Minggu, 20 Maret 2016

Sekolah Bagus Pemimpin Cerdik
            Di sebuah sekolah, terdapat sebuah perkumpulan para siswa dengan nama PMR (Palang Merah Remaja). Suatu ketika mereka melakukan penggalangan dana yang diketuai oleh Sentot. Dia dipilih sebagai ketua PMR atas dasar usulan para guru saja, sedangkan para siswa tidak diberi kesempatan dalam pemilihan ketua PMR.
         Penggalangan dana PMR pun dimulai, penggalang dana dilakukan terhadap warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah. setelah tiga bulan, dana telah terkumpul begitu banyak. Bu Rina sebagai pembina PMR berbicara kepada ketua ''Berapa dana yang sudah terkumpul untuk membantu korban banjir di DKI Jakarta'', katanya. Ketua membalas sambil berkeringan dingin '' dana yang sudah terkumpul e.....ee....eee.... Rp.5.000.000''. ''Loh, kemarin data yang sudah saya terima dari bendahara Rp.10.000.000, terus uang Rp.5.000.000 di mana?'' lanjut Bu Rina dengan kaget. '' Uangnya ee...ee..e.'' jawab Sentot. ''Di mana uangnya?'', tanya Bu Rina sambil memukul meja. Namun Sentot masih menjawab dengan penuh kebohongan. Dia bilang bahwa uangnya digunakan untuk membeli obat-obatan sebagai keperluan UKS. Bu Rina pun percaya karena beliau mengetahu adanya stok obat di UKS yang bertambah. Namun beliau belum mengetahui secara pasti dari mana obat-obatan tersebut. 
          Suatu ketika bendahara sekolah berbicara kepada Bu Rina bahwa obat-obatan di UKS berasal dari anggaran satu bulan lalu. Bu Rina kaget dan beliau langsung memanggil Sentot untuk mengungkapkan semua kebohongannya. ''Sentot, kamu telah berani membohongi saya ya!'', ujar Bu Rina dengan kesal. ''Bohong apa Bu?'', jawab sentot. Bu Rina menjelaskan ''Kamu telah membohongi saya tentang pemasukan dana PMR'', kata Bu Rina. Dengan tersenyum dan menggaruk-garuk kepala ''Uangnya dibuat jajan dan membeli HP oleh saya'', jawab Sentot. Dari kejadian itu, tidak ada hukuman tegas yang diberikan kepada Sentot karena Bu Rina mengetahui bahwa Sentot anak orang kaya.
       Penggalangan dana pun dilakukan kembali dengan Bu Rina sebagai pembawa uang hasil penggalangan dana PMR

1 komentar:

  1. Teks anekdot yang ditulis Ali sudah bagus. Idenya keren. Cara penyampaiannya ringan sehingga enak untuk dibaca. Tapi kurang sedikit lagi, ejaannya masih ada beberapa yang belum sesuai. Nanti dibaca-baca lagi ya! Kalau menemukan yang belum tepat segera di revisi. Oke! :D

    BalasHapus