Minggu, 24 April 2016

TEKS NEGOSIASI

‘’Menonton Film’’
Pada pagi hari siswa kelas X MIA memasuki kelas dengan semangat.
Dani               : ‘’ Asalamuallaikum,,bro! Sehat ? ‘’.
Wahyudi       : ‘’Wa’alaikumsallambro, Alhamdulillah sehat ! ‘’.
Dani               : ‘’ Semangat yah hari ini ? ‘’.
Wahyudi       : ‘’Pasti ! Semangat dong ? ‘’.
Seketika itu guru Bahasa Indonesia menuju ke kelas dan memulai pelajaran dengan baik, tetapi tidak lama kemudian, siswa yang bernama Wahyudi bertanya kepada guru Bahasa Indonesia.
Guru             : ‘’Assalamualaikum.. tolong buka buku Bahasa Indonesia sekarang nak ? ‘’.
Wahyudi      : ‘’Wa’alaikumsalam, ustadzah.. Hari ini pelajarannya tiga jam ya dzah ? ‘’.
Guru             : ‘’ Iya,memangnya kenapa ? ‘’.  tanya ustadzah.
Dani              : ‘’ Dua jam pelajaran saja dzah ? ‘’. Jawab dani dengan semangat.
Guru             : ‘’ Lalu satu jam pelajarannya lagi buat apa ? ‘’ .
                          Siswa X MIA : ‘’ buat nonton film dzah ! ‘’. Jawab dengan serentak.
Guru             : ‘’ Enak’ee ? ‘’. Ucap dengan tertawa.
Dani              : ‘’ Ayolah ustadzah, kan dua jam pelajaran itu waktu yang cukup        lama dzah ? ‘’. Jawab dengan merayuh. 
Wahyudi      : ‘’Please dzah, izinkan yah dzah buat nonton film ? ‘’. Dengan irama yang sedikit sedih. 
Guru             : ‘’ Tidak boleh, soalnya satu jam film itu kan juga waktu yang terlalu lama !’’.  jawab dengan nada tegas. 
Dani              : ‘’ Kalau nanti tidak ditayangkan film, kami tidur saja ya dzah ? ‘’. Tanya dengan irama lembut.
  Tak lama kemudian setelah perbincangan antara siswa 10 mia dengan guru Bahasa Indonesia. Akhirnya guru Bahasa Indonesia pun memperbolehkan menonton film.
Guru             :’’ Hmmm... baiklah, ustadzah perbolehkan untuk menonton film ‘’.
Siswa X mia : ‘’ Beneran dzah,, maksih ya ustadzah ? ‘’. Jawab siswa dengan semangat.
Dani              : ‘’ Ustadzah besok – besok nonton kayak ini lagi ya dzah ? ‘’. Ucap dani sambil tertawa.
Akhirnya semua siswa 10 mia menonton film dengan semangat.

JUAL TANAH
           Suatu hari di minggu pagi , Pak Di adalah seorang penjual Tanah , dia menemui seorang client atau pembelih Tanah yang bernama Toni. Mereka akan ketemuan di Restaurant China , dan Pak Toni memesan makanan china untuk mereka berdua. Sambil menunggu makanan mereka memulai berbincang.

Pak Di :"Selamat Pagi ".
Pak Toni :"Selamat pagi juga Pak ! senag bertemu dengan anda".
Pak Di :"Sama - sama Pak . Bagaimana lanjutan dari penawaran kemarin tentang haraga Tanah yang saya berikan kepada bapak ?".
Pak Toni :"Menurut saya , apabila Tanah itu anda jual yakni per-meternya Rp 1000.000,00 . Itu dapat
                  mengurangi untung dari perusahaan saya . Pengurangan untung pun cukup                 besar apabilah harga Tanah per - meternya segitu , jadi........".
Pak Di :"Aakn tetapi , Tanah yang saya miliki itu memiliki potensi untuk kemajuan perusahaan Anda
             . Selain letaknya  yang strategis , Tanah itu juga memiliki SHM (Surat Hak Milik) dan siap
               dibangun langsung tanpa pembersihan lahan terlebih dahulu ".
Pak Toni :" Iya , saya tahu , tetapi saya disini ingin membeli Tanah anda seluas lima hektar dari 
                 tujuh hektar Tanah yang anda miliki . Tolonglah haraga Tanah per - meternya diturunkan
                 menjadi Rp 600.000,00 , Bagaimana ?".
Pak Di :" Tidak bisa begitu Pak , itu terlalu murah dan tidak sebanding dengan haraga Tanah 
             ditempa lain umumnya . Ya sudah Rp 800.000,00 per - meternya , Bagaiamana ? harga itu 
             sudah mentok Pak ".
Pak Toni :" Turun sedikit lagi , apakah tidak bisa ?".
Pak DI :" Bisa Pak ".
Pak Toni :" Berapa jadinya ?".
Pak Di :" Rp 799.000,00 per - meternya".
Pak Toni :" Turun kok cuma Rp 1000,00 itu terlalu sedikit. Saya ingin yang banyak . Bagaimana jika
                 tanah itu saya beli Rp 2.000.000,00 per - meternya
Pak Di :" Saya sanagat setuju Pak !!".
Pak Toni :" Deal ". ( sambil berjabat tangan )
Pak Di :" Deal !! Pak , terima kasih atas kerjasamanya ".
Pak Toni :"Sama - sama pak !!! saya orang kaya Pak . Apa perlu saya beli dengan Rp 3.000.000,00 
                 per - meternya ". 
Pak Di :" Sudah Pak tidak usah . Cukup Rp 2.000.000,00 saja . Ya udah , jumpa Pak ".
Pak Toni :" Loh , trus makanannya bagaimana ini ?".
Pak Di :" Untuk bapak saja soalnya saya ada urusan penting di kantor kades ".
       Pak Di pun sangat senang hatinya karena Tanahnya telah sepakat dibeli oleh Pak Toni dengan harga yang melambung tinggi . sampai - sampai Pak Di tidak selera makan di restaurant China .